Poros Seni dan Budaya Bali

Sunday, 17 June 2018

Aksara Modre



Aksara modre adalah aksara yang digunakan untuk menuliskan hal-hal yang bersifat magis, seperti japamantra.  Modre menurut kamus Bali Indonesia (2000: 1069) artinya aksara suci yang bersifat rahasia. Kaler (tt) menyatakan bahwa modré adalah aksara yang berhubungan dangan hal kadyatmikan, misalnya : japa-mantra, perlambang (simbol) dalam keagamaan, upacara dan yang berhubungan dengan dunia kegaiban, doa-doa dan pengobatan.
Modre dalam kebudayaan Bali, menurut Suastika (2005 : 251), bahwa terdapat kesejajaran arti dengan kaligrafi yang lebih menitikberatkan artinya kepada aspek keindahan huruf yang dimunculkan dalam proses penciptaannya.  Kaligrafi diartikan sebagai seni menulis indah dengan pena.  Modré tidak hanya sebuah tulisan yang indah, tetapi tulisan keagamaan yang berisikan tentang pengetahuan keagamaan yang dijadikan simbol dalam mengekspresikan hal-hal suci dan magis, sakral, biasanya digunakan dalam kegiatan ritual keagamaan Hindu, bermakna sebagai ekspresi terdalam untuk mencari kedalaman bathin, perasaan, keseimbangan melalui simbol suci dalam menghubungkan diri terhadap Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) (Suastika, 2005 : 250).
              Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa aksara Bali adalah lambang bahasa lisan yang diwujudkan dalam bentuk visual dengan wujud tertentu yang dirangkaikan menurut sistem tertentu sehingga menjadi tulisan yang bermakna dan berfungsi sebagai alat komunikasi antara masyarakat Bali.  Modré adalah aksara suci, yang ditulis indah, berisikan tentang pengetahuan keagamaan yang dijadikan simbol dalam mengekspresikan hal-hal suci dan magis, sakral biasanya digunakan dalam kegiatan ritual keagamaan Hindu, bermakna sebagai ekspresi terdalam untuk mencari kedalaman bathin.
Ranem (2010) menyatakan aksara modre adalah aksara yang difungsikan sebagai aksara suci.  Aksara modre dapat dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu aksara wijaksara dan krakah modre.  Aksara wijaksara adalah aksara suci yang dibangun atau dibentuk oleh aksara-aksara dasar dalam bahasa Bali yaitu aksara swalalita, yang biasanya ditambahkan dengan pangangge ulu candra¨¨¨¸    ) atau ulu ricem ( ¨ ¨¨´¾¾  ) sebagai simbol dan ciri khas aksara wijaksara ataupun krakah modre.
Dalam kehidupan sosial kebahasaan masyarakat Bali yang religius diketemukan beberapa macam jenis aksara wijaksara.  Penamaannya biasanya berdasarkan jumlah silabel yang membentuknya.  Adapun contoh aksara wijaksara  yaitu aksara panca brahma yang berjumlah 5 silabis yaitu sº, Sang ,   b¸, Bang,  t¸, Tang, ö, Ang,  ÷¸¾,  Ing (Ranem, 2010: 15).
Krakah modre atau aksara modre dalam aksara Bali berupa kaligrafi yang berfungsi sebagai lambang atau niasa dibandingkan penggunaannya sebagai aksara komunikasi.  Aksara modre adalah aksara yang ditutup dengan anusuara, yang sulit dibaca karena memperoleh perlengkapan busana, pangangge aksara dengan berbagai variasi, tidak sesuai dengan aturan tata bahasa Bali, apalagi ditulis sebagai lukisan atau gambar, berwujud simbol atau lambang, yang berkekuatan magis religius.  Untuk membacanya dibutuhkan buku petunjuk khusus yang telah disusun untuk keperluan tersebut (Nala, 2006: 28).
Aksara modre digolongkan ke dalam beberapa golongan menurut kesukaran dan kerumitannya dalam membaca sebagai berikut :
1.      Aksara modre yang mudah dibaca.
              Aksara modre yang sedikit mudah dibaca karena hanya mempergunakan satu sampai tiga lambang aksara swalalita dengan pangangge-nya atau sedikit lukisan yang menyertainya.  Adapun beberapa contoh aksaranya antara lain :
ýË                                                                               ;‰Ë±                                                                                      5ˉ                                                                                    ûW‰Í            
 Om Ra          Hrung                 Mrang              Ewang
eGŠÍ                                                                                                                 hŠßÝŠ                                                                                                                   ÁŠà݉mŠ      
 Griyong                       Ang-Ung-Mang          Ang-Mang-Ung

2.      Aksara modre yang sulit dibaca
              Aksara modre yang sulit dibaca adalah aksara yang mempergunakan beberapa aksara swalalita beserta panganggenya yang ditulis berderet atau bersusun dan bentuknya sudah agak berubah.  Adapun contohnya antara lain :
  eŠbŠàËïoŠÝŠ                                                                                                                                           eÁ‰àð¿¿oŠÍgðŠ;                                                                                                                  Á‰ËÜŠwÚËŠoŠlÚËŠo,
(eng-bang-mang-ung)              (eng-ang-mang-ung-ah)           (ang-wang-ling)
 ÁŠàðoŠ                                                                                                                  tÎŠí±¿¿oŠ
(ang-mang-ung)           (trung-wung)

3.      Aksara modre yang tidak dapat dibaca
Aksara modre yang tidak dapat dibaca maksudnya adalah aksara modre yang tidak dapat dibaca secara langsung dengan pengetahuan kita terhadap aksara dasar, karena aksara ini tidak tersusun atas aksara dasar dan atau panganggenya.  Untuk membacanya kita memerlukan kamus aksara yang namanya aji griguh.  Adapun contoh aksaranya antara lain :
;™                                eŠ                              ö                                2ï4Š                      eΊ                                       ,Š                                        åŠÝŠ¿¿;Š                          /                                          Š                                                Šu                                                enŠË                       -) (○○○)(○- ¿;Š5‰;‰<Š4<‰+™ì
Deretan aksara di atas kira-kira dapat dibaca sebagai (Ham eng ang wong hrim ang ang ung mang ng ong ung mang mang bang ang aing ong sing sring mang ong) (diolah dari Nala, 2006)


Mengenai contoh aksara modre, tidak di jelaskan, namun pada penjelasan pangangge suara, ada disebutkan pangangge suara yang termasuk aksara modre antara lain :
 ¨¨¨¸, ulu candra, contohnya :ö,û,½.
 ¨ ¨¨´¾¾,¾¾¾ulu ricem, contohnya: 3´,sidÒ´.


Share:

0 komentar:

Post a Comment

Loloh Aman

PHOTO-2019-03-19-13-56-39 Numbas loloh durus ring Loloh AMAN, antuk Tlp/Wa 083114722726