Poros Seni dan Budaya Bali

Thursday, 21 June 2018

I Gusti Made Putra Wijaya, Pengabdi Seni dari Suralaga


I Gusti Made Putra Wijaya, pria kelahiran Banjar Suralaga Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan ini, sejak kecil mewarisi bakat seni ayahnya yang menggeluti bidang ukir. Sederet penghargaan pengabdi seni sudah diraihnya dan sering pula mengisi pameran lukisan pada pelaksanaan PKB.
Pria tamatan sekolah rakyat ini, sedari kecil selalu tertarik dengan kegiatan mengukir yang digeluti sang ayah. Seiring perjalanan waktu, ketika berumur 12 tahun, ayahnya menyarankan untuk belajar melukis. Awalnya muncul keraguan, namun kemudian memantapkan hati belajar melukis pada seniman Ida Bagus Nadera di daerah Semebaung, Kabupaten Gianyar. Setelah belajar hampir sembilan tahun, ia kembali pulang ke tanah kelahirannya. Ia kemudian menikah dengan Jero Swati dengan dikarunia tiga orang anak. Darah seninya kemudian diwariskan pada anak dan juga cucu-cucunya.


image host
Selama ini, Gusti Made Putra Wijaya lebih dikenal sebagai seniman lukis. namun dibalik itu, pria kelahiran Suralaga Abiantuwung ini juga menggeluti berbagai bidang seni. Seni tabuh, dharmagita dan nopeng adalah sarana lain baginya dalam mengabdikan diri kepada seni. Ngayah sudah menjadi rutinitasnya, dari kegiatan sekaa shanti, ngender ataupun nopeng di wilayah kabupaten Tabanan ataupun luar Tabanan. Di sela-sela kesibukannya, ia menyempatkan diri membuat gubahan Geguritan Gong Besi, diadaptasi dari teks lontar Tutur Gong Bsi. Tiada hari tanpa mengabdi pada seni, itulah ungkapan yang pantas untuk I Gusti Made Putra Wijaya.  
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Loloh Aman

PHOTO-2019-03-19-13-56-39 Numbas loloh durus ring Loloh AMAN, antuk Tlp/Wa 083114722726