Poros Seni dan Budaya Bali

Tuesday, 10 July 2018

PASRAMAN PUTRA SESANA DESA DAJAN PEKEN MEMBANGUN GENERASI BERKARAKTER DAN BERBUDAYA

Pembukaan Pasraman Putra Sesana
Kata pasraman berasal dari kata “asrama” yang artinya tempat berlangsungnya proses belajar mengajar atau pendidikan. Tujuan pendidikan agama Hindu yaitu bertujuan untuk menumbuhkembangkan dan meningkatkan sradha (keyakinan) dan bhakti siswa kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui pelatihan, penghayatan, pengamalan ajaran agama Hindu mampu mewujudkan cita-cita luhur Mokshartam Jagaditha.
Dalam upaya menumbuhkembangkan dan meningkatkan sradha dan bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan membentuk pasraman anak-anak. Pasraman ini diprakarsai oleh Bapak I Nyoman Sukanada selaku Perbekel Desa Dajan Peken dan bapak I Made Sukadana yang saat ini bertugas sebagai sekretaris PHDI kabupaten Tabanan. Tujuan utama dari pasraman ini adalah membentuk siswa Hindu yang berkarakter dan berwawasan budaya. Melalui pengenalan seni dan budaya yang dilandaskan oleh ajaran agama Hindu, anak-anak dapat menumbuhkan karakter-karakter baik yang ada pada dirinya. Materi-materi yang disajikan kepada anak-anak sangat variatif, yaitu belajar agama Hindu, yoga, bahasa Bali, bahasa Inggris, dan melukis. Anak-anak juga diajak belajar tidak hanya di atas meja, namun juga belajar di lingkungan sekitar, seperti di sawah, di pura, bahkan di setra. Tujuannya agar anak-anak dapat belajar dari apa yang mereka lihat di lingkungannya secara langsung.
Kegiatan Pasraman Putra Sesana
Pasraman yang diberi nama Putra Sesana ini, resmi dibuka oleh Camat Tabanan, yang saat itu diwakilkan oleh Kasi Sosial, I Ketut Hardana, pada hari Minggu tanggal 15 April 2018. Pasraman ini diikuti oleh anak-anak sekolah dasar di lingkungan desa Dajan Peken. Pasraman dilaksanakan secara rutin setiap hari Minggu pagi bertempat di balai banjar Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken.  Adapun yang dilibatkan sebagai pengajar adalah I Made Sukadana yang menyajikan materi yoga dan budi pekerti, penyuluh agama Hindu se-kecamatan Tabanan yang mengisi materi agama Hindu, Penyuluh bahasa Bali se-Kecamatan Tabanan yang memberikan materi tentang bahasa, sastra, dan aksara Bali, dan Kadek Putri Pradnyawati sebagai pengajar bahasa Inggris. Untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran, di setiap akhir sesi pembelajaran, anak-anak diberikan evaluasi dan reward atas prestasi yang dicapai. 
Penulis : Ni Made Ari Tresnawati

             Penyuluh Bahasa Bali Desa Sudimara, Kec. Tabanan

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Loloh Aman

PHOTO-2019-03-19-13-56-39 Numbas loloh durus ring Loloh AMAN, antuk Tlp/Wa 083114722726