Poros Seni dan Budaya Bali

image host

Urip Iku Urup

Hidup Itu Nyala

image host

Nandurin Karang Awak

Suluh Ikang Prabha

image host

Sepi Ing pamrih, Rame Ing Gawe

Senyap dalam Pamrih, Ramai dalam Pekerjaan

image host

Memayu Hayuning Bawono

Percantik Keindahan Dunia

image host

Manunggal Kawula Gusti

Bersatu dengan Asal Muasal

Monday, 25 February 2019

Bulan Bahasa Bali, BASAbali Wiki Melaksanakan Pesta Penerjemah


Tim Penerjemah Bahasa Bali (24/02/2019)
        BASAbali Wiki yang merupakan sebuah platform website, mengadakan acara pesta penerjemahan dengan melibatkan para penyuluh bahasa Bali, guru bahasa Bali, dan praktisi bahasa Bali. Kegiatan penerjemahan dilaksanakan di Aula Balai Bahasa Prov. Bali, Jl Trengguli I Tembau, Denpasar,  Minggu 24 Februari 2019. Acara ini merupakan kegiatan penerjemahan 50 buku cerita bergambar anak-anak di website The Asia Foundation (https://reader.letsreadasia.org/). Pesta penerjemahan dilakukan dari teks bahasa Indonesia ke dalam teks bahasa Bali, dengan menggunakan bahasa Bali yang mudah dimengerti oleh anak-anak.  Proses penerjemahan melibatkan para pakar bahasa Bali sebagai editor hasil terjemahan, diantaranya Drs. I Ketut Ngurah Sulibra, Dr, Drs. I Wayan Suardiana, M.Hum, I Made Sudiana, S.S,M.Hum, I Wayan Jatiyasa,S.Pd, M.Pd dan Putu Eka Gunayasa, S.S,M.Hum. Sebelum dipublikasi di situs web The Asia Foundation, setiap terjemahan disunting terlebih dahulu oleh tim ahli.
Proses Penerjemahan Melibatkan Guru Bahasa Bali, Penyuluh Bahasa Bali dan Praktisi Bahasa Bali
       Menurut salah satu tim editor, Eka Gunayasa, Kita perlu memperluas spektrum pemakaian bahasa Bali dengan cara menerjemahkan karya-karya sastra yang tidak hanya berlatar budaya Bali. Menerjemahkan cerita anak dengan berbagai latar belakang budaya dari berbagai belahan dunia menjadi sangat penting di tenga-tengah keringnya bahan literasi anak saat ini. Kegiatan Pesta Penerjeman yang dilakukan oleh BASABali Wiki. membuktikan bahasa Bali mampu menjadi media pengantar cerita-cerita tersebut.
         Gunayasa menekankan, jika dulu Mpu Yogiswara  menggubah Rawanawada karya Bhattikawya dari India menjadi Kakawin Ramayana, para kawi juga menggubah Mahabharata menjadi Asta Dasa Parwa melalui proyek besar "Mangjawaken Byasa Mata" di masa Dharmawangsa Teguh, dan para pujangga Bali menggubahnya dalam bahasa Bali di era Gelgel dan Klungkung, maka di  era sekarang penerjemahan karya-karya bernilai moralitas tinggi dari berbagai belahan dunia harus dilanjutkan.

Share:

Loloh Aman

PHOTO-2019-03-19-13-56-39 Numbas loloh durus ring Loloh AMAN, antuk Tlp/Wa 083114722726