Poros Seni dan Budaya Bali

Sunday, 7 April 2019

SOSIALISASI KAJANG WARIH SRI NARARYA DAMAR BALI

Praktek Pemasangan Kajang dalam Upacara Ngaskara

Agama Hindu, dalam setiap ritual keagamaanya tentunya tidak bisa terlepas dari penggunaan  simbol-simbol keagamaan, dan setiap klen memiliki sanggah kawitan, pendeta, bade, patulangan, dan kajang tertentu yang digunakan dalam upacara ngaben, yang juga dikaitkan dengan asal-usul keturunan. Berkaitan dengan kajang, sistem pelapisan sosial juga tampak dari adanya beberapa jenis kajang, yaitu Kajang Brahmana, Kajang Ksatrya, Kajang Wesya, dan juga kajang sesuai dengan garis keturunan masing-masing. Kajang merupakan salah satu sarana yang mesti ada dalam upacara pengabenan. Oleh karenanya, sosialisasi berkaitan dengan kajang penting kiranya dilaksanakan. Seperti halnya yang dilaksanakan Panglingsir dan Pasemetonan Lanang Ceramcam dengan menghadirkan para sulinggih Paiketan Sulinggih Sri Nararya Damar Bali, diantaranya Ida Rsi Agung Bhagawan Damarjaya Pemecutan, Ida Ratu Rsi Agung Dharma Putra Adnyana Gria Agung Lanang Padangsambean, Ida Ratu Rsi Agung Bhagawan Hyang Anulup Pemecutan, Ida Ratu Rsi Agung Bhagawan Dawan, dan Ida Rsi Agung Bhagawan Dewa Ngurah Gria Legian. Dengan kehadiran para sulinggih, diharapkan bisa memberikan pencerahan dan tuntunan berkaitan dengan keberadaan leluhur dan juga kajang yang dipergunakan. Sosialisasi kajang yang diisi dengan praktek langsung proses pemasangan kajang, dilaksanakan  di Pura Luhur Manik Makeplag (Minggu, 7 April 2019). Selain pemaparan dan praktek langsung pemasangan kajang dengan dituntun Ida Rsi Agung, disela acara juga dipaparkan akan sejarah keberadaan Pura Luhur Manik Makeplag yang dipercaya sebagai linggih Ida Bhatari Dewi Danu.
Penyerahan Punia berupa tateken kepada Paiketan Sulinggih Sri Nararya Damar Bali

Kegiatan sosialisasi dihadiri pula oleh Panglingsir Puri Pamecutan dan pasemetonan Puri. Dalam penyampaiannya, Ida Ratu Sri Agung Bhagawan Damar Jaya Pemecutan memaparkan, apapun garis keturunannya baik itu arya kenceng, arya belog, leluhurnya adalah Sri Nararya Damar. Beliau menekankan pentingnya kegiatan ini untuk menyamakan persepsi pasemetonan, sehingga sebelumnya telah dilaksanakan pula seminar-seminar berkaitan dengan penggunaan kajang, urutan pemasangan kajang ketika pangaskara, ada yang disebut dengan recadana, kajang kawitan dan kajang lainnya yang telah disepakati berdasarkan atas sastra. Ida Rsi Agung juga menyinggung masalah sarana ukur, agar paling nista menggunakan 175 uang kepeng, atau kelipatannya.

Sosialisasi juga diisi dengan penyerahan buku tentang kajang kepada Pasemetonan Lanang Ceramcam serta punia dari Lanang Ceramcam berupa teteken kepada para sulinggih, serta penyerahang tongkat komando kepada Pangelingsir Lanang Dawan dan Lanang Ceramcam.  Ida Ratu Rsi Agung Dharma Putra Adnyana yang juga merupakan Penasehat Paguyuban Bakti Marga, menekankan dengan banyaknya prati sentana  Sri Nararya Damar Bali, penting kiranya agar prati sentanan Ida mengetahui dan menggunakan kajang kawitannya, karena selama ini prati sentanan Ida Sri Nararya Damar Bali menggunanakan kajang dari gria lain. Kajang yang  merupakan identitas dari klen/ soroh ini, diharapkan bisa mengatarkan Sang Inaskara yang diupacarai, bisa bertemu dengan kawitan, yang pada akhirnya bisa kembali pada Sangkan Paraning Dumadi.
Foto Bersama Paiketan Sulinggih Sri Nararya Damar Bali dengan Pangelingsir Lanang Dawan dan Lanang Ceramcam
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Loloh Aman

PHOTO-2019-03-19-13-56-39 Numbas loloh durus ring Loloh AMAN, antuk Tlp/Wa 083114722726